Minggu, 02 Agustus 2015
Selasa, 17 Februari 2015
Berita Pelantikan KMS-UNM di Tribuntimur
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR-Setelah melakukan musyawarah yang diikuti oleh sejumlah mahasiswa Universitas Negeri Maskassar (UNM), di Makassar akhir Novermber lalu. Akhirnya pengurus baru Kesatuan Mahasiswa Sinjai (KMS) UNM resmi dilantik di Ruang Pola Kantor Daerah Kabupaten Sinjai, Sabtu (31/1/2015).
![]() |
| (Capture: Berita Pelantikan KMS UNMdi Harian Tribuntimur edisi 2 Februari 2015) |
Pelantikan pengurus KMS UNM tersebut dihadiri Pemerintah Daerah Kabupaten Sinjai yang diwakili oleh Asisten I Tata Praja, A Halilintar Badong SSos, Badkominfo Sinjai, Perwakilan Lembaga Kemahasiswaan Kampus Se-Sinjai, dan sejumlah elemen organisasi kepemudaan.
Dalam sambutannya, A. Halilintar berharap agar KMS sebagai representasi mahasiswa Sinjai yang kuliah di UNM dapat sinergis dengan pemerintah daerah untuk membangun Kabupaten Sinjai kedepan.
Sejarah KMS-UNM
Organisasi
ini pada awalnya bernama SC-MISI yang didirikan pada tanggal 14 mei
1992 yang kemudian berubah nama menjadi Kesatuan Mahasiswa Sinjai
HIPPMAS Komisariat pada tanggal 14 mei 1999 dan berubah nama menjadi
Kesatuan Mahasiswa Sinjai Universitas Negeri Makassar (KMS-UNM) pada
tanggal 30 juni 2001 sampai sekarang.
14 tahun yg lalu KMS UNM lahir sbg organisasi
kedaerahan.14 tahun sirkulasi waktu dan sejarah perputaran dinamika KMS
UNM bukanlah sebuah angka yg berumur muda..Telah banyak Kader yg
loyal,progresif,dan militan yg dicetak oleh organisasi yg kita cintai
ini.
Organisasi ini bertujuan sebagai wadah untuk
membina kekeluargaan sesama mahasiswa Sinjai yg kuliah di UNM, sebagai
wadah untuk menampung, mengkaji, dan menyatukan aspirasi,mengembangkan minat dan bakat mahasiswa
Sinjai yang kuliah di UNM, dan sebagai sosial kontrol bagi pemerintah
daerah sinjai.
EKSISTENSI MAHASISWA DI TENGAH DINAMIKA KEBANGSAAN DAN WAJAH BARU PENDIDIKAN KITA
Sumpah Mahasiswa Indonesia, itulah yang menjadi asas kehidupan kaum intelek muda negeri ini. Sebuah penegasan yang berisi ikrar akan prinsip hidup seorang mahasiswa sejati. Penegasan dan sikap mahasiswa terhadap bangsa dan negaranya yang sekaligus sebagai asas dan pedoman perjuangan mahasiswa dalam mengawal berbagai permasalahan bangsa secara umum dan problematika kampus secara khusus. Merinding tentu saja bagi yang betul-betul menghayati arti dan makna dari ikrar ini, tapi bukan tidak mungkin akan terkesan biasa-biasa saja ditelinga orang-orang yang belum menemukan jati diri kemahasiswaannya.
Senin, 08 Desember 2014
EKSISTENSI MAHASISWA DALAM SEMANGAT KEBANGKITAN NASIONAL
Sumpah Mahasiswa
Indonesia,
Kami Mahasiswa
Indonesia Bersumpah,
Bertanah air satu,
tanah air tanpa penindasan.
Kami Mahasiswa
Indonesia Bersumpah,
Berbangsa satu, bangsa
yang gandrung akan keadilan.
Berbahasa satu, bahasa
tanpa kebohongan.
Itulah bunyi Sumpah Mahasiswa Indonesia yang menjadi
asas kehidupan kaum intelek muda negeri ini. Merinding tentu saja bagi yang
masih menghayati arti dan makna dari ikrar ini, tapi bukan tidak mungkin akan
terkesan biasa-biasa saja ditelinga orang-orang yang belum menemukan jati diri
kemahasiswaannya. Seperti kebanyakan ikrar pada umumnya, terkadang memang
sangat gampang untuk diucapkan tapi sangat susah untuk diaplikasikan dalam
dunia nyata. Sumpah mahasiswa Indonesia berisi penegasan dan sikap mahasiswa
terhadap bangsa dan negaranya. Ikrar ini pulalah yang dijadikan asas dan
pedoman perjuangan mahasiswa dalam mengawal berbagai permasalahan bangsa.
MEMBANGUN LEMBAGA DENGAN KONSEP PERSETUBUHAN
Sedikit memulai dengan penyederhanaan antara kegiatan berlembaga dengan
peristiwa persetubuhan. sebuah lembaga terdiri dari beberapa perangkat
organisasi seperti, ketua, sekretaris, bendahara, ketua bidang,
pengurus. beberapa perangkat ini kita namakan pengurus. dan perangkat
penting lainnya adalah anggota. kedua unsur ini sangatlah menentukan
keberadaan organisasi yaitu pengurus dan anggota. melanjutkan
penyederhanaan ini, saya simbolkan pengurus itu adalah laki-laki dan
anggota itu adalah perempuan supaya betul-betul menyerupai
persetubuhan.. hehehehe.
Dalam persetubuhan laki-laki (biasanya)
menjadi prakarsa (sekedar mengira-ira). prakarsa ini hendaknya tidak
senantiasa dianggap sebagai tindakan sadar dan terkendali karena dalam
beberapa peristiwa banyak yang bersifat spontan dan alamiah. dengan
pandangan mata, sentuhan, ciuman, "tahap pembangkitan birahi" dicapai,
dalam hal ini birahi wanita dibangkitkan. tahap ini dilanjutkan dengan
tekanan pada daerah "peka" wanita dilakukan secara intensif. kemudian
tahap persetubuhan sebenarnya dimasukkan pada saat 'penetrasi' sampai
'orgasme'. akhirnya tibalah perasaan kedua pasangan yang baru mengalami
kebersamaan yang paling mesra diungkapkan terhadap satu sama lain.
Langganan:
Postingan (Atom)

